human - blog

Tuesday, August 30, 2005

• dang ding dong

suami saya sebenernya sudah mulai belajar bahasa indonesia sejak jaman pacaran di new york. dialah yang berinisiatif men-download pimsleur learn how to speak and read indonesian dari internet. kadang saat dia sedang belajar, saya juga ikut nguping dari dapur. cekikikan sendiri sambil motong bawang. tergeli-geli tak hanya karena mendengar lidah suami keseleo, tapi juga karena kalimat-kalimat yang diucapkan si pembicara audio pimsleur yang terdengar sangat baku.

saya bukan ahli bahasa indonesia, pun tak pernah dilatih untuk menjadi guru bahasa indonesia bagi orang asing. jadi saya tak tau metode apa yang paling tepat untuk mengajar para non-indonesian speaker supaya fasih berbahasa indonesia ria. hanya setiap mendengar audio pimsleur yang dipasang suami, rasanya ada yang mengganjal di hati. setiap kalimat yang terucap, rasanya kok baku sekali. seperti mendengar percakapan antara moderator dan pembicara seminar yang disiarkan televisi, ketimbang mendengar 2 orang 'normal' berbincang-bincang dalam situasi sehari-hari.

efektifkah belajar bahasa indonesia dengan cara ini? saya tak tau pasti. yang jelas, laurent sering sekali mempertanyakan bahasa indonesia saya yang katanya terdengar beda sedikit dari apa yang sudah dipelajarinya dari pimsleur. mungkin karena saya lebih sering ngobrol dalam bahasa indonesia yang termasuk kategori 'bahasa gaul anak muda jaman sekarang'. lebih mungkin lagi karena dia tak pernah mendengar saya berbicara bahasa indonesia baku sekalipun, seperti yang sudah dipelajarinya.

pernah dia bertanya, "kalo saya ke indonesia dan ngomong bahasa indonesia, orang bisa ngerti gak saya ngomong apa?"
saya jawab, "bisa... sih. tapi sejujurnya mungkin akan terdengar lucu."
"kenapa lucu? apa karena aksen saya?"
"bukan. aksen kamu gak papa. banyak bule yang lebih parah. cuma kalimat-kalimat kamu bakal terdengar baku sekali. sehari-hari kita gak bakal ngobrol kaya gitu."
"emang beda banget ya?"
"mmm... beda aja.."
"trus, gimana caranya supaya saya bisa ngobrol dengan 'normal' dan gak kedengeran baku?"
"mmm... coba kamu dengerin baik-baik deh, kalo saya lagi ngobrol sama kakak saya lewat telephone."

semenjak itu dia mulai lebih sering memperhatikan. dan salah satu hal yang begitu mudah ditangkap pendengarannya adalah kata-kata 'asing' yang kebanyakan terucap di akhir kalimat-kalimat saya seperti 'dong', 'sih', 'lho', 'nih', 'bo', dan 'deh.'

"memang arti dari masing-masing kata itu apa?" tanyanya
"mmm... gak ada..."
"so, you are just making a sound? meaningless sound?"
"mmm... gak juga sih. duh, sulit jelasinnya. mungkin kata-kata itu berfungsi sebagai penekanan. yak.. penekanan... supaya kalimatnya gak gantung."
"jadi, gak masalah kapan dipakainya? selama saya pake kata-kata itu di akhir kalimat?"
"mmm.. mungkin... iya kayanya... eh, tapi pakenya satu aja. jangan semuanya."
"mm.. oke... i wanna try..."
"coba!"
"SELAMAT PAGI SAYANG, DONG!"
"wah.. aneh..." kata saya sambil cekikikan, "coba yang lain lagi.."
"APA KHABAR SAYANG, DONG?"
"waduuh... coba pake kalimat lain yang ngga pake kata 'sayang'..."
"SAYA MENGERTI BAHASA INDONESIA SEDIKIT-SEDIKIT SAJA, DONG!"

*oh... toloooonnngggggg!!


loucee said it on 2:01 AM | |




Thursday, August 25, 2005

• ditilang!



rabu sore yang mendung. saya baru saja pulang dari tour eiffel sama mbak penerjemah. sedang duduk manis di depan komputer, tiba-tiba terdengar suara klakson... "TAATTTT!! TEEEETTT!! TOOOOTTT!!" di luar jendela sana.

"ada apaan.. sih?" tanya saya sama laurent yang sedang berdiri melihat ke luar jendela.
"HAHA! ada yang kena tilang!"

saya langsung berjalan ke arah jendela. tepat di seberang jalan, terlihat 2 mobil yang sedang double parking, memblokir jalan kendaraan yang sedang melaju dari arah kanan. di depan kedua kendaraan itu, terdapat mobil polisi yang sedang stand by. polisinya sendiri yang berjumlah 3 orang sedang berdiri di luar, menilang kedua mobil yang parkir sembarangan.

"ceilee... kena tilang aja heboh!" kata saya sambil mendengus.
dibanding new york dimana peristiwa tilang-menilang akibat salah parkir udah jadi pemandangan sehari-hari, di versailles kena tilang akibat double parking bisa jadi pemandangan langka yang luar biasa. polisi yang nilang aja sampe 3 orang.

"ih, polisinya beraninya keroyokan! masa nilang doang kudu rame-rame." kata saya lagi
"ya iya dong. ini kan mengganggu kelancaran jalan umum. pasti dendanya banyak nih.."
"kok polisinya habis nulis tiket, gak pergi-pergi ya?"
"kayaknya lagi nungguin yang punya mobil, tuh."
"kalo yang punya mobil gak dateng-dateng gimana?"
"mobilnya diderek lah.."
"ih, kejam!"
"harus begitu. kalo gak... semua orang bisa parkir sembarangan."
"hmmm... harusnya para polisi perancis ini di export ke jakarta aja."
"emang di jakarta, pakir sembarangan gak ditilang?"
"ehmm... enggak..."
"langsung diderek?"
"ehmm... enggak juga."
"lah, kok aneh?"
"ehmm.. aneh ya? masa sih? hihihi..."


keterangan photo:
lingkaran putih pada photo bukan lingkaran keberuntungan. karena bapak itulah yang menjadi salah satu korban tilang. terlihat dia sedang panik berlari untuk menyelamatkan mobilnya dari serbuan tilang bapak dan ibu polisi. sayang, udah cape lari-lari... tetep ditilang juga. "selamat membayar, ya pak!" :)


loucee said it on 5:05 PM | |




Tuesday, August 23, 2005

• Lance Armstrong is down!

Yahoo Messenger, Tuesday 08/23/2005 at 8:00 AM


loucee: suami gue tangannya patah!
mr_smith: hah? yang bener?? kok bisa?
loucee: jatoh dari sepeda.
mr_smith: kapan? dimana?
loucee: hari minggu, di hutan pinggiran versailles gitu deh.
loucee: pas di turunan, sepedanya di rem gak berhenti
loucee: nabrak batu, sepeda nyungsep, suami gue kepental
loucee: pas jatoh, ditahan pake tangan. telapak tangan kanan luka, siku tangan kiri patah.
mr_smith: kesian...
mr_smith: gue pikir tadinya gara-gara abis meng-karate pacar gelap lo! :)
loucee: oh, kirain mo bilang gara2 domestic violence, secara gue kalo lagi PMS bisa banting orang.... khihihi...
mr_smith:: sadis lo!
loucee: ember! week...
mr_smith: trus sekarang di gips tangannya?
loucee: ya iyalah! masa dibungkus pake daun pepaya.
mr_smith: ya kaleee...
loucee: tadinya udah mau gue urut
mr_smith: sembarangan! kalo salah urat itu diurut, patah mah jangan.
mr_smith: lagian emang ada tukang urut disana?
loucee: cuma ada gue siiy... tukang urut jadi2an. yang penting jawa! :D
mr_smith: lol
mr_smith: trus tangan yang satu lagi, lukanya parah gak?
loucee: pas dia baru pulang naik sepeda itu mah, agak mengerikan yee..
loucee: kulitnya ngelupas2 gitu, bedarah-darah.
loucee: di rumah pas gak ada alkohol atau betadine pula. cuma ada botol vodka.
mr_smith: pls jangan bilang lo obatin tangan suami lo pake vodka.
loucee: ya gak lah... sebagai seorang alcoholista saya juga gak rela! hikhikhikk...
mr_smith: sinting!
loucee: gue bawa dia ke apotek. tapi semua apotek ternyata tutup hari minggu.
loucee: payah! jangan sakit hari minggu deh di perancis. mending pilih hari lainnya.
mr_smith: hahahahaaa
mr_smith: trus lo bawa ke rumah sakit?
loucee: kurang lebih begitu. mereka bilang sih itu klinik. tapi kliniknya segede mmc gitu, bo!
loucee: gedungnya gede banget! tapi gak ada orang.
loucee: pas masuk, gue udah parno bakal masuk twilight zone.
mr_smith: wakakaka...
mr_smith: suami lo kerja gak sekarang?
loucee: kerja... gue paksa.
mr_smith: jahat banget sih jadi istri. suami patah tangan disuruh kerja.
loucee: gak papa... kerjanya pake otak kok, bukan otot. khihihihi...
loucee: lagian skr kalo dia berangkat kerja pagi-pagi, gue juga ikutan bangun, lho!
mr_smith: yang beneerrrr.... situ kan paling susah bangun pagi.
loucee: aduhh.. kamyu kok inget aja siyy... :D
loucee: tapi demi suami, gue rela kok bangun pagi.
loucee: nyiapin sarapan, makein dia baju, naliin sepatu.
mr_smith: ceileeeeeeee... kaya suster rumah sakit aje lo.
loucee: in a way... i do feel that way!... hihihi... tapi gue enjoy
loucee: sedang berpikir untuk beli seragam suster yang roknya mini. biar kaya suster-suster nakal di film police academy.. hihihi...
mr_smith: ancur lo louc!
loucee: dikiit... khihihii...
loucee: udah ah! ngomongin lo dong sekarang. apa khabar mrs. smith?
mr_smith: baekkkk....
loucee: disayang-sayang ya.. istrinya!
mr_smith: oh, pasti dong! lo juga yeee... disayang-disayang suaminya!
loucee: kalau itu sih selalu, dahlin'...
loucee: for better or worse... :)


loucee said it on 10:29 AM | |




Friday, August 19, 2005

• 17 agustus di masa lalu

tahun ini adalah tahun ke-5 dimana tanggal 17 agustus saya lewatkan jauh dari tanah air. dan seperti tanggal-tanggal lainnya, hari itu berjalan seperti biasa. tidak ada yang istimewa.

sebenarnya sudah lama saya tak merayakan 17 agustus-an. terakhir kali mungkin waktu masih jadi mahasiswa tingkat 1. pake baju putih-putih, ikut upacara bendera. sebetulnya sih males ikut. tapi berhubung wajib hukumnya, ditambah desas-desus yang mengatakan bahwa kalo gak ikut upacara bakal kena siksa tambahan waktu ospek, maka hadirlah saya bersama teman-teman yang percaya gosip itu untuk mengikuti upacara bendera di lapangan berdebu sasana budaya ganesha. *pfff*

saya memang kurang nge-fans dengan kegiatan upacara. bukan karena saya kurang cinta sama tanah air, tapi... please dong, ah.. cinta bisa dinyatakan dengan cara lain, sementara upacara itu... bikin ngantuk! waktu sekolah, supaya upacara tidak membuat saya tertidur sambil berdiri, biasanya saya mengajukan diri untuk ikut ambil bagian jadi petugas saja. aneh? ya nggak dong... jadi petugas upacara itu jauh lebih menyenangkan lho, ketimbang jadi peserta yang cuma boleh berdiri tegak sepanjang upacara. paling tidak, secara posisi kami punya tempat khusus di depan, deket tiang bendera. trus kostum juga lebih gaya... pake peci, scarf warna merah putih dan sarung tangan. lalu waktu giliran membaca di podium, biasanya harus jalan tegak lurus seperti tentara. pokonya.. bagi banci tampil seperti saya, jadi petugas upacara itu sangat tidak membosankan dan jauh lebih dinamis dibanding terkantuk-kantuk, menguap-nguap di barisan bersama teman-teman sekelas.

dari seluruh tugas yang tersedia, posisi favorit saya adalah menjadi pembaca pembukaan UUD '45. kenapa? karena pada bagian inilah yang biasanya paling sukses membuat saya tertidur. 4 alinea kan panjang, jek! dan siapa juga yang bakal menyimak bagian ini dengan khidmat. biasanya kalo pembawa acara sudah mengumumkan dengan suara berwibawa... 'Pem Ba Caan Un Dang Un Dang Dasar Seribu Sembilan Ratus Em Pat Puluh Lima'... dijamin, sedetik kemudian akan terdengar desahan nafas [baca: keluhan] peserta dari seantero lapangan. and that would be the sign for me... untuk mengangkat dagu, merapatkan tangan ke sisi tubuh, menggenggam map dengan erat, dan berjalan tegak sambil pasang muka agak galak.... 'Tu.. 'Wa... 'Tu.. 'Wa... here i come people..... zzzzz..zzzzz...

pernah juga beberapa kali disuruh jadi pengibar bendera. tapi saya tidak mau terjebak. karena menurut saya pengibar bendera sangsaka merah putih lebih berat tanggung jawabnya. resiko salah lipet atau salah membuka nya itu, lho.. saya memang agak paranoid untuk urusan bendera ini. pasalnya, waktu SD ada teman yang salah buka bendera waktu jadi petugas pengibar. benderanya jadi putih-merah. seharian dia setress berat karena diejek teman sekelas. kesian... masih SD kok hidup sudah berat karena urusan bendera.

pengalaman peringatan 17-an lain yang juga lumayan nyantol bagi saya adalah waktu ikut aubade jaman SMP. tau aubade? itu lho... paduan suara yang biasa nangkring di depan Istana Merdeka setiap perayaan detik-detik proklamasi bersama Bapak dan Ibu Presiden. tugas utama nya adalah menyanyikan lagu-lagu perjuangan diiringi orkestra tentara. kebetulan sekolah saya yang isinya perempuan semua selalu diundang untuk jadi pengisi tetap aubade. biasanya kami ditempatkan di sisi tengah tepat di depan mikrophone. mungkin untuk mengimbangi suara anak-anak pria dari sekolah campur yang bersuara sumbang, karena usia puber. tugas tambahan kami lainnya adalah melambai-lambaikan bendera merah putih kecil di akhir upacara, sambil tak lupa pasang senyum paling kece karena disorot kamera TV yang disiarkan secara nasional pula! haha... gak penting yak? biariiiinnn.... yang penting kalo ada yang nanya, "masuk tv? dalam rangka apa?" dengan jujur bisa langsung dijawab, "nyanyi dong!" gaya sekali, bukan?! :D


loucee said it on 2:14 AM | |




Sunday, August 14, 2005

• the 'joy' of making foie gras

WARNING:
entry ini tidak disarankan untuk dibaca oleh para pecinta binatang, terutama para bebek mania.




foie gras [dibaca: fo a gra] adalah salah satu french delicacies kegemaran saya selain escargot [bekicot berlumur mentega dan bawang putih], pate [campuran daging dan ati yang dihancurkan], juga saucisson alias sosis kering.

pertama kali saya berkesempatan menyantap foie gras adalah ketika diajak suami [yang masih jadi pacar] berkunjung ke tempat tantenya di selatan perancis untuk makan siang perayaan natal tahun 2003.

sesaat sebelum foie gras mendarat di piring, si tante sempat berkata dalam bahasa inggris yang terbata-bata, "pleez, try juzt a little first.." katanya sambil menyorongkan piring berisi kotak-kotak pipih berwarna coklat pucat tsb.

saya lalu mengambil potongan paling kecil dari piring. memotongnya lebih kecil lagi dan... 'HAP!' memasukannya ke dalam mulut sambil disaksikan seluruh anggota keluarga pacar yang menatap tak berkedip.

"hmmmmm..... endaaaanngggggg!!" ujar saya menggumam, yang langsung disambut dengan tatapan lega dari berpasang-pasang mata yang mengelilingi meja.

"zees eez foie gras!" kata si tante tersenyum lebar. "eet eez french spezial!"

saya mengangguk-angguk sambil terus menikmati sensasi rasa yang sedang bermain dengan lidah indonesia saya. tekstur yang lembut, dengan rasa yang cukup unik, seperti ati ayam tapi aromanya di mulut tidak se'keras' ati. agak mirip daging ayam, tapi sangat lembut hampir seperti mentega. pokoknya enak! sampai saya harus menambah 1 potongan lagi yang lebih besar.

"foie gras ini apaan sih?" bisik saya pada laurent yang duduk di samping.
"ati bebek."
"kok enak ya? padahal biasanya saya gak suka ati ayam."
"this is french delicacy, baby. dibuat dengan cara special, dimakan juga pada saat-saat special."
"kalo dimakan tiap hari emang kenapa?"
"bangkrut."
"oo... mahal ya? bikinnya susah ya? emang ati bebeknya diapain? dicampur herbs gitu? dimasak apa mentah sih nih?"
"....."
"kasih tau dong... siapa tau bisa bikin sendiri."
"sayang...."
"iya?"
"kalo saya kasih tau sekarang, nanti kamu gak napsu makan."


------------------------------

ada baiknya juga suami saya menahan informasi cara membuat foie gras di meja makan waktu itu, sebab kalau tidak, mungkin saya bisa langsung ilfil membayangkan nasib dan perasaan si bebek yang atinya baru saya santap.

saya baru diberi tahu cara membuat foie gras 2 tahun kemudian, ketika sudah tinggal di glasgow. salah seorang teman kami asal perancis yang membocorkannya pada saya. kebetulan orang tuanya punya peternakan bebek di selatan perancis sana. dan berikut adalah cara membuat foie gras:


1. sediakan bebek atau angsa hidup yang nasibnya sudah ditentukan akan berakhir di meja makan.

2. tempatkan bebek di kandang yang berukuran passss dengan ukuran tubuhnya. jangan biarkan ada ruang yang tersisa untuknya bergerak.

3. beri makan jagung yang banyak, tapi jangan biarkan dia mengunyah. jadi dorong makanan dengan menggunakan batangan plastik atau metal sepanjang 12 - 16 inches untuk memaksa jagung masuk langsung ke lambungnya.

4. kegiatan memberi makan ini harus rajin dilakukan 2 kali sehari selama 2 minggu untuk bebek, dan 3-4 kali sehari selama 28 hari untuk angsa. penting dilakukan supaya ukuran lambung membesar 6-10 kali dari ukuran normal.

5. lakukan proses pembuatan foie gras pada saat musim gugur. karena pada masa ini bebek/angsa secara alami memproduksi lemak tubuh lebih banyak untuk menyambut musim dingin.


tips khusus:
dilarang keras memberi nama kesayangan untuk bebek/angsa anda [seperti donal, dessy, gober, atau agus] selama proses pembuatan. hal ini penting untuk menghindari ikatan batin yang terlalu dalam antara anda dan bebek. fatal akibatnya untuk kesejahteraan perut dan jiwa anda.

[kalo berminat] selamat mencoba!


loucee said it on 4:50 AM | |




Thursday, August 11, 2005

• mereka bukan ancaman

satu hal yang mencuri perhatian sejak hari pertama saya datang...
negeri ini bertaburan perempuan cantik. betul, bapak-bapak... saya gak bohong. sebagai sesama perempuan, saya harus mengakui bahwa french beauties are just... irresistible. bahkan untuk saya, perempuan normal bukan lesbian.

kecantikan perempuan perancis adalah kecantikan tanpa make up [kalau iya diulas tipis saja], rambut natural terikat atau tergerai, hampir pasti produk tangan sendiri bukan tukang blow salon, kulit yang sehat, berat dan tinggi tubuh yang proposional, sense of fashion yang menawan, dan... hey.. have you ever heard their accent when speaking? oh.. la.. la... orang inggris bilang perempuan perancis itu tidak bicara tapi bernyanyi.

keterseponaan eh... keterpesonaan saya terhadap wanita perancis mungkin memang bagian dari euphoria seorang pendatang baru disini. maklum, biasa tetanggaan dengan sapi gondrong, sampai sini disuguhi yang segar dan cantik jadi agak gegar keindahan.

tapi, hey... saya yakin bukan saya saja yang punya pendapat ini. setidaknya ibu saya dulu juga pernah bilang wanita perancis itu cantik dan proposional. dia yakin kecantikan mereka adalah hasil dari sering makan salad. mungkin sengaja bilang begitu dulu karena saya gak suka makan sayur.

sedangkan suami saya berteori bahwa perempuan perancis itu cantik, karena perempuan glasgow tampang dan modelnya sama semua, sementara perempuan amerika itu annoying... kaya britney spears. lagipula... perancis gitu looohhhh! yang cantik, yang indah, yang lezat... sudah pasti.. vive la france!! [ <-- oke deh ]

cuma teman saya mbak penerjemah yang punya pendapat agak beda sedikit. katanya.. "lama-lama kalo diliat, banyak yang biasa aja lagee!"
dan saya cuma menjawab "ah.. masya sicch?"
tapi dia menyambung... "beneran!" dan katanya..... katanya niihh... banyak perempuan perancis itu sebenarnya merasa iri hati dengan kecantikan perempuan asia. menurut mereka, perempuan asia itu unik dan eksotik. misterius... membius. banyak malah yang merasa terancam dengan keberadaan perempuan asia disini karena tak sedikit laki-laki perancis yang jatuh di pelukan mereka.

oh.. la.. la... what can i say...
semangat boleh vive la france, tapi kenyataan telah membuktikan yang lain. MERDEKA!!


loucee said it on 10:40 AM | |




Tuesday, August 09, 2005

• bulan magabu

teringat pada sebuah obrolan bersama suami waktu masih tinggal di new york dulu...

"americans don't know how to enjoy their lives!" katanya

"maksudnya opo to, mas?"

"they live to work, not work to live." ujarnya sengit.
lalu meluncurlah 'manifesto' tentang amerika dari otak perancisnya seperti... "mana bisa menikmati hidup kalo waktu dipake 50 jam seminggu buat bekerja," atau yang paling sering adalah..."jatah 10 hari libur dalam setahun? that's not vacation, man!"

waktu itu saya cuma mantuk-mantuk aja. dan di kemudian hari menjadi kebal dengan ocehannya tentang orang amerika. saya setuju kalo dikatakan orang amerika memang senang bekerja. tapi otak indonesia saya berpikir... masa sih kalo liburnya cuma 10 hari dalam setahun lantas dituduh gak bisa menikmati hidup. dulu waktu masih kerja di indonesia, jatah libur saya juga sama... 10 hari dalam setahun, dan saya tak pernah merasa hidup untuk bekerja.

lalu tibalah saya di negeri baguette ini awal bulan july. kesan pertama yang saya dapatkan adalah... semua-muanya berjalan sangat lambat. toko dan restoran banyak yang tutup. tidak bangkrut, tapi pemiliknya sedang tak ada. kantor pos dan bank juga sepi, ruangannya banyak yang kosong hanya terisi setengah. kemanakah orang-orang??

jawabannya... ya sedang liburan doongg!!

july dan agustus adalah masa libur panjang di perancis. tidak hanya buat anak sekolah, tapi juga pegawai kantoran yang memiliki jatah libur sebanyak... 7 - 10 MINGGU saja dalam setahun! geezzz... pantesan, suami saya menuduh orang amerika tak bisa menikmati hidup, lah di kampungnya kerjanya liburan melulu.

bagi mereka yang sedang berlibur sih senang, bisa menikmati. tapi ceritanya jadi lain untuk yang tidak. tempo hari kami harus menunggu seminggu untuk mendapatkan kiriman surat penting dari orangtuanya. padahal biasanya 2 hari juga sampai. waktu telepon kantor pos malah diminta petugasnya untuk... 'harap maklum. ini masa liburan, bung! pegawai kami banyak yang absen.'

ckckckck....

saya baru mengalami tinggal di negara yang berbondong-bondong ditinggal penduduknya untuk vacation. mengingatkan saya pada masa libur lebaran di kampung halaman. bedanya kalo di indonesia paling mentok ya 10 hari deh... tapi gak 10 minggu dong.

yang lebih lucu lagi, suami saya yang sudah masuk kantor dari seminggu yang lalu, jadi sering kebingungan karena tak ada kerjaan di kantornya. bahkan sampai sekarang pun, dia belum pernah ketemu tatap muka dengan boss nya yang sedang pergi berlibur juga. katanya, "di kantor gak ada yang kerja, lho. yang masuk cuma mereka yang jatah liburnya udah abis."

"trus jadi ngapain dong?"

"ya masuk, isi absen, main internet, makan siang lebih dari 1 jam, kongkow-kongkow... pokonya gak ngapa-ngapain deh!"

ealaaaa.... ternyata gak cuma pegawai negeri di indonesia aja yang bisa magabu. bule bisa juga, toh! di perancis tapi, bukan di am'rik sono.


loucee said it on 4:50 PM | |




Sunday, August 07, 2005

• french keyboard




saya tau gambar tuts-tuts keyboard diatas terlalu kecil untuk dilihat huruf dan angkanya. oleh karena itu, saya sediakan gambar yang lebih besar untuk melihatnya lebih jelas. perhatikan baik-baik dan bandingkan dengan tuts-tuts keyboard anda sendiri.

gimana... beda kan?

paling tidak ada beberapa perbedaan yang signifikan seperti huruf A dan Q yang bertukar tempat, juga letak huruf W dan Z, juga tuts-tuts angka dan tanda baca. this is French Keyboard sodara-sodara! sepertinya dirancang khusus untuk mengetik bahasa perancis yang banyak accentnya. apakah berpengaruh bagi mereka yang terbiasa mengetik dengan layout keyboard bahasa inggris? jelas YA!

untuk saya yang terbiasa mengetik sepuluh jari, tanpa melihat keyboard dengan kecepatan tinggi, french keyboard ini agak 'tricky' untuk digunakan. hendak mengetik Halo Wati! Apa khabarnya di Zimbabwe? akan tertulis Hqlo Zqti1 Qpq khqbqrnyq di Wimbqbze.

sungguh menyebalkan, terlebih saat saya harus menggunakannya untuk membalas email-email di warnet dekat rumah. detik yang harus dibayar jadi bertambah banyak. terpakai untuk mencari huruf dan tanda baca di keyboard. oleh monsieur penjaga warnet, saya mungkin terlihat seperti seorang anak umur 5 tahun yang sedang belajar main piano, mencari-cari nada Do-Mi-Sol-Do, ketimbang terlihat seperti seorang sekretaris profesional yang sedang mengetik dengan anggun di warnetnya.

makanya saya lebih senang menempuh perjalanan 1,5 jam ke apartemen mbak penerjemah di pusat kota paris sana, mengangkut powerbook sendiri untuk nebeng koneksi internetnya. meskipun biasanya begitu sampe sana, waktu lebih banyak dihabiskan untuk ngerumpi dan ketawa-ketiwi ketimbang membalas email. hihihi...

untung perjalanan panjang yang harus dilakukan atas nama online itu tak akan lagi terulang, karena di hari jumat siang lalu, lampu modem internet di apartemen saya sendiri tiba-tiba berkedap-kedip lalu nyala terus tak mati-mati. ini tandanya sambungan telah layak digunakan pemilik. WOOOO HOOOO!!! selamat datang hari-hari online 24 jam, selamat tinggal french keyboard, dan bagi yang merasa pernah kirim email ke saya tapi tak pernah menerima balasannya, coba cek mailbox anda sekarang!



ps: mbak penerjemah, hari kamis saya tetep akan ke sana, ya! kali ini mo makan bakso.. eh.. apa ke kantin kedutaan indonesia ya? ah, yang penting saya mau ke sana... jalan-jalan tanpa tas laptop, menikmati paris berdua! cuittt...cuitttt.....


loucee said it on 8:42 PM | |




Thursday, August 04, 2005

• lost in translation

anda salah besar jika menyangka kemampuan bahasa perancis saya sudah lancar bagai air yang mengalir di sungai seine. yes, i did take some beginner courses in glasgow before coming here. but, still... when it comes to learning new languages, saya harus mengaku bahwa saya termasuk murid yang lemot.

di hari-hari pertama, saya tak pernah khawatir dengan keterbatasan kemampuan komunikasi ini karena diberi seorang suami yang merangkap sebagai juru bicara/penterjemah pribadi. beli karcis kereta? beres! beli baguette? beres! pesen makanan di restoran? beres! saya tinggal tunjuk dari balik punggung suami dan dia dengan sigap akan menyampaikan pesan kepada petugas karcis kereta, penjaga toko atau pelayan restoran. piece of cake!

but, those 'piece-of-cake-days' were only happened then. minggu lalu, juru bicara pribadi saya sudah mulai masuk kantor. meninggalkan saya seorang diri, yang dengan bahasa perancis pas-pasan harus running errands here and there. beli karcis kereta dan terutama kegiatan belanja jadi sebuah ujian praktek nyata dari seluruh kosa kata dan tata bahasa yang pernah saya pelajari dulu. sama sekali tidak mudah.

so... how do i survive here?

well... dalam beberapa hal, saya tentu masih bisa dibantu oleh mbak penerjemah /juru bicara yang lain, yang juga merangkap jadi teman jalan dan gosip disini.. hihi.. :D sayang, djeng yang satu ini, gak bisa tiap hari dibajak karena sibuk sekolah. nah, jadi... untuk melancarkan aktivitas sehari-hari, saya terpaksa melancarkan 'trik-trik khusus' untuk para pengecut [iya...saya salah satunya] supaya bisa bertahan di negeri asing ini...


untuk belanja makanan dan kebutuhan sehari-hari, langkah paling pengecut yang bisa saya lakukan adalah membelinya di supermarche. yes, supermarket adalah tempat belanja paling aman untuk menghindari percakapan dengan si empunya toko karena barang bisa diambil sendiri, cemplang-cemplung ke dalam keranjang, dan membayar di kasir sesuai dengan angka yang tertera di mesin hitung. paling hal yang harus saya siapkan sebelum belanja ke supermarket adalah mencari tahu kata benda jenis barang yang ingin saya beli. ini penting! karena hampir 99.9% kemasan barang yang dijual di supermarche ditulis dalam bahasa perancis. 2 minggu yang lalu, saya membutuhkan waktu lebih dari seperempat jam untuk meyakinkan diri bahwa kemasan bertuliskan poivre yang sedang saya genggam adalah sebotol merica. keyakinan saya sempat goyah karena si botol poivre itu tidak ditaruh di gang yang sama dengan bumbu dapur lainnya. mungkin waktu itu sedang ada promosi, tapi perpindahan lokasinya sangat tidak menguntungkan saya yang mengenali barang hanya dengan mengandalkan insting semata.

untuk beli tiket kereta saya punya trik lain lagi. cukup melangkahkan kaki ke salah satu dari 3 stasiun kereta di versailles yang letaknya paling dekat dengan chateau. kenapa disini? karena disini paling banyak turis! dan penjaga tiketnya tentu bisa berbahasa inggris. haha... minggu lalu, saya membeli kartu penumpang bulanan sendirian dengan sukses. *ihiks! curang...*

untuk beli makanan di restoran... well.. yeah.. ini agak terbatas. restoran-restoran yang biasa saya tandangi jika hasrat ngemil sendirian sedang menyerang yah paling... McDo alias McDonald dan warung creperie. semua masih di daerah turis, dan mbak-mbak / mas-mas yang melayani tentu bisa bahasa inggris. khihihi... selain dua tempat makan tsb, tempat lain yang juga tak takut untuk saya singgahi adalah warung bakso vietnam di dekat apartemen mbak penerjemah. disana, menunya pake photo. jadi saya tinggal tunjuk gambar, ditambah dengan kata sandi... ".. avec un coca, s'il vous plait." yang artinya 'sama coca cola, yak?!' hehe... saya masih harus belajar kata benda lain kalo mo pesen minum yang berbeda. but for now, coke will do FINE. hihihi...

dari seluruh kegiatan yang saya sebut diatas, ada satu kegiatan yang sampai saat ini tak bisa mengandalkan jurus-jurus ala pengecut tadi. yaitu...kegiatan membeli roti baguette.

anda tau dong, kalo orang perancis gila baguette. makan siang dan malam harus selalu ditemani roti panjang tsb. suami saya juga tak jauh beda. menu nasi, ayam goreng dan sambal pun harus ia santap pake baguette.

sebenernya saya bisa beli baguette dari supermarche. tapi tentu rasanya kalah jauh dari nikmatnya baguette fresh from the oven keluaran boulangerie alias toko roti. laurent sendiri sempat beberapa kali protes waktu saya hidangkan baguette asal supermarche. "it's not real!" katanya. dan saya paling cuma bisa manyun sambil ngedumel, "abis gak tau bilangnya!"

nah, beberapa hari yang lalu akhirnya saya memberanikan diri masuk ke sebuah boulangerie kecil, setelah meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa meminta sebuah roti baguette dalam bahasa perancis. sepanjang perjalanan menuju ke sana saya menggumam kalimat sakti yang sudah diajarkan suami semalam sebelumnya.. "je voudrais une baguette, s'il vous plait..." berulang-ulang.

hari itu, saya sukses! kalimat sakti yang artinya "i would like one baguette, please" tsb berhasil membuat saya pulang ke rumah dengan sebatang baguette fresh from boulangerie yang menemani makan malam saya dan suami. dia senang! dan saya juga rasanya puas! hehe...

esoknya, dengan kepercayaan diri yang berlipat-lipat karena kesuksesan hari sebelumnya, saya pergi ke boulangerie lain yang lebih besar. disini pilihan rotinya lebih banyak. tapi saya sudah tau mau beli apa. just baguette and nothing else.

"bonjour!"

"bonjour!" saya menyapa balik mbak-mbak boulangerie yang tersenyum ramah, "mmm... je voudrais une baguette, s'il vous plait..."

"oui!.. bla.. bla.. bla.. bla.... bla.. bla... obladi.. oblada... bla.. bla.. blaa... " dia menjawab dalam bahasa perancis sambil menunjuk deretan bermacam-macam baguette di belakangnya.

waduh! matelah awak! saya mulai panik, karena jelas ini tidak se-simple toko kemaren yang jenis baguettenya cuma satu.

"mmm... pardon... parlez-vous anglais?" tanya saya yang artinya 'do you speak english?'

dia mengangkat bahu, lalu diam mematung melihat saya yang terbengong-bengong.

wah... gawat! saya langsung memutar otak... "ok, madame. i honestly only speak a little bit of french. eh, i mean... je parle un peu le francais... sooo... just give me that baguette, ok?!" saya akhirnya menjawab dalam bahasa campur sari sambil menunjuk salah satu baguette di rak yang bentuknya paling normal.

dia memicingkan mata, memandang saya dengan penuh tanda tanya, menengok ke deretan baguette di belakangnya, dan menunjuk salah satunya, "celui-ci?"

"oui! oui! that one!" sahut saya cepat.

"d'accord!" katanya sambil mengambil salah satu baguette dan membungkusnya, "c'est quatre-vingts sept, s'il vous plait!"

"quatre.. vingts.... " wadoh! angka! otak lemot saya paling benci angka perancis yang banyak perkalian dan pertambahannya.

saya membuka dompet. ada beberapa lembar euro dan berkeping-keping koin 1 euro didalamnya. tapi otak saya masih lemot untuk mengerti berapa sebenarnya angka yang baru dia sebutkan. so... whatever number it was, seharusnya selembar 5 euro ini cukup untuk membeli sebatang baguette.

"merci! au revoir!" katanya sambil menyerahkan uang kembalian, dan sebatang baguette yang sudah dibungkus.

saya berjalan keluar sambil menghitung uang kembalian. 4 euro dan 13 cents. okeh, berarti tadi quatre vingts sept adalah... 87 cents! AHA! dasar lemoootttt!!! besok-besok, saya beli baguette di boulangerie kecil kemaren aja, ah. yang ini kayanya saya datangi lagi kalau bahasa perancis saya sudah level advanced. kikihihiihi... pengecuuuuttttt!!!


loucee said it on 6:09 PM | |