<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="yes"?>
<?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?>

<feed xmlns="http://purl.org/atom/ns#" version="0.3" xml:lang="en-US">
<link href="https://www.blogger.com/atom/6498748" rel="service.post" title="loucee says..." type="application/atom+xml"/>
<link href="https://www.blogger.com/atom/6498748" rel="service.feed" title="loucee says..." type="application/atom+xml"/>
<title mode="escaped" type="text/html">loucee says...</title>
<tagline mode="escaped" type="text/html">“.......................”</tagline>
<link href="http://www.slesta.com/loucee/blog/index.html" rel="alternate" title="loucee says..." type="text/html"/>
<id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748</id>
<modified>2005-11-29T23:27:24Z</modified>
<generator url="http://www.blogger.com/" version="5.15">Blogger</generator>
<info mode="xml" type="text/html">
<div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">This is an Atom formatted XML site feed. It is intended to be viewed in a Newsreader or syndicated to another site. Please visit the <a href="http://help.blogger.com/bin/answer.py?answer=697">Blogger Help</a> for more info.</div>
</info>
<convertLineBreaks xmlns="http://www.blogger.com/atom/ns#">true</convertLineBreaks>
<entry xmlns="http://purl.org/atom/ns#">
<link href="https://www.blogger.com/atom/6498748/113330684432069753" rel="service.edit" title="john dari california" type="application/atom+xml"/>
<author>
<name>loucee</name>
</author>
<issued>2005-11-30T00:22:00+01:00</issued>
<modified>2005-11-29T23:27:24Z</modified>
<created>2005-11-29T23:27:24Z</created>
<link href="http://www.slesta.com/loucee/blog/2005_11_01_index.html#113330684432069753" rel="alternate" title="john dari california" type="text/html"/>
<id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-113330684432069753</id>
<title mode="escaped" type="text/html">john dari california</title>
<content mode="escaped" type="text/html" xml:base="http://www.slesta.com/loucee/blog/index.html" xml:space="preserve">&lt;img align=left src="http://www.louceelaurent.com/files/john.jpg"&gt;di suatu sore yang dingin, sendiri saya bergegas keluar dari pintu utama apartemen. berdandan chic dengan rambut kuncir, anting panjang menjuntai, jaket hijau ketat, dark indigo jeans dan sepasang sepatu berhak andalan berujung lancip. sore itu saya ada janji makan malam dengan beberapa orang teman di Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru saja berjalan 10 langkah ke arah stasiun kereta, saya  melihat di kejauhan seorang pria kurus setengah baya mengenakan jaket lusuh menghampiri dari arah seberang jalan. saya tak memperlambat langkah. sebaliknya malah mempercepat dan segera memasang earphone di kedua telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10, 15 hingga 20 detik berikutnya... saya tetap berjalan cepat menatap lurus ke depan. sampai tiba-tiba pria berjaket lusuh tersebut mensejajarkan langkah, melambai-lambaikan tangannya di depan saya dan tersenyum... menyeringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;oui?&lt;/i&gt;" saya melepas earphone.&lt;br /&gt;"bla..bla..bla.. bli..bli..bli..." dia menjawab, masih sambil menyeringai.&lt;br /&gt;"sorry &lt;i&gt;monsieur.&lt;/i&gt; i don't know what you are talking about. i don't speak french!" ujar saya sambil bersiap-siap jalan cepat lagi.&lt;br /&gt;"aaaa... so you speak english, &lt;i&gt;oui&lt;/i&gt;?" katanya dalam bahasa inggris dengan aksen perancis yang kental sambil tiba-tiba memotong jalan saya.&lt;br /&gt;"uhmm... yesss..." saya berhenti.&lt;br /&gt;"great! i can speak english too... ha  ha ha...!" dia tertawa.&lt;br /&gt;"errr.. ok...." saya mulai berjalan menghindarinya sambil dalam hati berpikir.. ni orang maunya apa sih?&lt;br /&gt;"where are you from?" tanyanya dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;"America." jawab saya asal sambil terus melangkah.&lt;br /&gt;"America, haa?? i'm from America too!!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'yeah right'.. kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"where in America you are from?" ia bertanya lagi masih dengan menyeringai.&lt;br /&gt;hhhhhhhh.... ampun.... "Minnesota!" jawab saya semakin asal.&lt;br /&gt;"haaa... Minnesota, haa? i am from California! hahahahahaha...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah... makin aneh ni orang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"look, sir.." saya memotong tawanya... "i don't have much time right now. i have to catch my train. what do you want from me?" saya menghentikan langkah dan menatapnya agak kesal.&lt;br /&gt;"oh.. nothing.. nothing..! i just think you are very exotic."&lt;br /&gt;walah... semakin tidak penting.&lt;br /&gt;"... and i want to be your friend. can i know your name?" katanya sambil kedip-kedip genit.&lt;br /&gt;oh dear.... "ok! my name is susy!" &lt;br /&gt;"susy? just susy? no last name?"&lt;br /&gt;hmmpffff... "susy susanti!"&lt;br /&gt;"oh great.. susy susanti from Minnesota. my name is john! john from California. it is nice to meet you!" ujarnya sambil mengulurkan tangan di hadapan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak saya memandang ragu uluran tangannya yang dekil. tapi demi untuk menyudahi perbincangan ajaib dengan orang aneh ini, saya ulurkan tangan juga... "nice to meet you too, john! and now will you please excuse me? i have a train to catch!"&lt;br /&gt;masih dengan seringainya yang aneh, ia menjabat tangan saya eraaattttt dan lamaaaaa... sekali. sampai saya harus menarik-narik tangan supaya ia membiarkan saya pergi... &lt;br /&gt;"bye bye susy susanti!!!!" katanya sesaat setelah saya berhasil melepaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari kemudian...&lt;br /&gt;saya berjalan pulang dari supermarket dengan tangan penuh kantong belanjaan. tepat 100 meter dari rumah, saya melihat dari kejauhan...OH NO! die lagiii!!.. 'john dari california'! masih dengan jaket lusuh yang sama sedang berdiri dibawah lampu jalan. bergegas saya langsung mempercepat langkah, memakai tudung jaket, menundukkan muka dan berharap dia tak melihat kedatangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OOOOOHHH!!! &lt;i&gt;MADAMMMMMEEEEEEEE!!!&lt;/i&gt; bla.. bla..bla.. bla..bla... bli.. bli.. bli.. bla bli bla bliiii.... UAUAUAUAAUAAAAAA.. bla..bla.. bli...bli...!!!" sekonyong-konyong john menghampiri saya sambil mengerang-ngerang dalam bahasa perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah! gila ni orang!!&lt;br /&gt;sambil tetap menyembunyikan wajah, saya berjalan semakin cepat dan semakin cepat berusaha menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;john masih berteriak mengerang-ngerang, tapi kali ini sambil mondar-mandir mengitari saya yang juga masih berjalan dengan kecepatan gigi 4. teringat kata-kata penting dalam bahasa perancis yang diajarkan laurent kalau ketemu orang aneh. bunyinya seharusnya... &lt;i&gt;'laissez-moi tranquille'&lt;/i&gt;... which means 'leave me alooneeee!' tapi..... saya lupa! saya cuma ingat buntutnya. sehingga saya pun cuma bisa berteriak antara panik dan kesal... &lt;b&gt;"TRANGKIL!! wooy.. TRANGKILLL!!"&lt;/b&gt; sambil berjalan semakin cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teriakan gak jelas dari saya rupanya ampuh juga. john berhenti mengitari, dan membiarkan saya berjalan terus. tapi saya masih bisa mendengar erangan-erangan bahasa perancisnya dengan jelas dari arah belakang, sampai jarak saya cuma tinggal beberapa meter dari pintu apartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duh! gawat! jangan-jangan saya masih dibuntuti! kalo dia sampe tau rumah saya dimana. besok-besok ditongkrongin pula di depan pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya lalu berjalan menjauh dari pintu apartemen. menghampiri deretan mobil yang terparkir di jalan depan apartemen. sambil berusaha membuat gaya se-cool mungkin, saya menyelinap diantara dua mobil, berlagak mau menyeberang jalan, dan menoleh ke samping... ke arah datangnya suara erangan john.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia ternyata cuma berada sekitar 10 meter dari tempat saya berdiri. tapi kelihatan sedang sibuk sendiri. sambil mengerang-ngerang, dia berjalan berputar-putar, kedua tangannya terangkat, kepalanya menengadah, lalu berteriak-teriak, merintih-rintih... menangis-nangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke deh, oom! i don't know what you are doing there... tapi sepertinya oom sudah asyik sendiri. GOOD!! secepat kilat, saya langsung berlari masuk pintu apartemen. *phewwww*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 bulan berlalu sudah, sejak minggu dimana saya 'berkenalan' dengan seorang john.  hari ini, ketika bangun pagi dan membuka tirai jendela kamar tidur, saya melihatnya lagi! john dari california, masih dengan jaket lusuhnya berdiri di depan video store tepat di seberang apartemen saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKKSS!! matek aku! &lt;br /&gt;refleks saya langsung menutup tirai, tapi kemudian dengan gerakan super hati-hati mengintip kembali dari balik tirai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihatlah dengan jelas semua gerak-geriknya. 'john dari california' memang officially GILA! ia asyik tertawa-tawa sendiri, mondar-mandir ke sana kemari. tiang lampu jalan yang berdiri tepat di depan video store ia ajak bicara, kadang ia peluk, ia belai, lalu ia tendang. DHUERR!! beberapa orang yang melewatinya juga tak luput menjadi objek penderita. seekor anjing yang melintas bersama seorang nenek ia gongong dengan membabi buta sampai ketakutan. membuat si nenek terseok-seok berjalan tunggang langgang. seorang gadis yang lewat sendirian juga sempat menjadi korban. john langsung berlutut takzim di depannya saat sang gadis yang malang itu lewat. mungkin dia tiba-tiba terinspirasi jadi romeo. wong edan! [&lt;- literally!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya lalu menutup tirai jendela. i've seen enough. and i've understood enough. 2 bulan yang lalu saya baru saja menjabat erat tangan ORANG GILA. mudah-mudahan penyakit gila tidak menular melalui jabat tangan. sebab kalau tidak saya tak pernah tau siapa yang sebenarnya lebih sarap. 'jhon dari california' atau 'susy susanti dari minnesota'. :)</content>
<draft xmlns="http://purl.org/atom-blog/ns#">false</draft>
</entry>
<entry xmlns="http://purl.org/atom/ns#">
<link href="https://www.blogger.com/atom/6498748/113311567886446268" rel="service.edit" title="the Visa story" type="application/atom+xml"/>
<author>
<name>loucee</name>
</author>
<issued>2005-11-27T19:15:00+01:00</issued>
<modified>2005-11-28T00:48:36Z</modified>
<created>2005-11-27T18:21:18Z</created>
<link href="http://www.slesta.com/loucee/blog/2005_11_01_index.html#113311567886446268" rel="alternate" title="the Visa story" type="text/html"/>
<id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-113311567886446268</id>
<title mode="escaped" type="text/html">the Visa story</title>
<content mode="escaped" type="text/html" xml:base="http://www.slesta.com/loucee/blog/index.html" xml:space="preserve">kadang saya sering menyesali nasib sebagai warga negara indonesia, karena setiap bepergian ke luar negeri, saya wajib apply visa. ya! meskipun saya sudah menikah dengan seorang WNA, paspor saya masih bersampul hijau dan tertulis Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.louceelaurent.com/files/visa.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari embassy manapun, proses untuk apply visa selalu membuat saya deg-degan. layaknya mau menghadapi ujian keesokan harinya, semalam sebelumnya saya pasti susah tidur dan khawatir berlebihan. pertanyaan di otak saya hanya satu... "dapet gak.. ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;khawatir berlebihan seperti ini, mungkin banget disebabkan karena cerita pengalaman dari banyak orang indonesia yang mencoba apply visa di kedutaan Amerika atau negara-negara Eropa. katanya susah. katanya banyak yang ditolak, dan 'katanya-katanya' yang lain lagi. padahal dari pengalaman pribadi apply visa di berbagai embassy, saya hanya pernah mengalami ditolak 1 kali. visa untuk ke Australia waktu saya masih SMA. alasan yang mereka bilang pada waktu itu adalah saya dinilai tidak cukup meyakinkan untuk bisa pergi ke sana sendirian, karena paspor saya yang baru saja diganti masih bersih tanpa stiker visa maupun cap imigrasi. menyebalkan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari yang lalu, saya baru saja apply visa di British Embassy, Paris. ini adalah pengalaman ke-3 saya apply visa di kedutaan asing di luar indonesia. seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya apa yang saya alami selalu berbeda dibanding saat apply visa di indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;perbedaan pertama&lt;/b&gt; yang paling mencolok adalah.. tentu saja orang-orang yang datang untuk apply. di indonesia, most likely saya cuma ketemu sesama orang indonesia. sementara di new york dan paris, saya bertemu dengan applicant dari berbagai bangsa lain. nah, saat itu kelihatan deh... bangsa-bangsa mana saja yang senasib dengan saya. mereka adalah penduduk yang berasal dari negara dunia ke-3 yang didominasi oleh orang-orang berkulit kuning, coklat dan hitam. kadang saya suka merasa sebal dan pahit sih menyadari kenyataan bahwa... dunia memang tidak adil dan sarat diskriminasi! *grrbbbllll*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;perbedaan kedua&lt;/b&gt; adalah pada saat para applicant sama-sama menunggu untuk dipanggil ke loket. dari berbelas-belas kali apply visa di indonesia, saya selalu menemukan orang-orang tak dikenal yang bisa langsung sok akrab dan hobby banget bertanya. kebanyakan pertanyaannya adalah... "mau ngapain mbak, ke sana? liburan ya? atau sekolah?" atau... "udah berapa kali mbak, apply visa?" yang seperti ini kalau saya jawab.. "oh, baru sekarang..." biasanya akan disambung dengan si orang yang sok akrab tadi... "wahh.. susah lho, mbak dapetnya!" lalu kemudian diikuti dengan kisah-kisah horor dari yang bersangkutan maupun orang yang dikenalnya yang pernah ditolak visa. saya yang biasanya sudah nervous, jadi semakin cemas kwadrat. sementara kalau apply visa di luar indonesia, obrolan-obrolan macam begini biasanya jarang sekali terjadi. people are just minding their own business. kalaupun ada yang sok akrab, ceritanya bukan tentang kegagalan dapet visa. tapi lebih ke topik-topik umum seperti weather dan gosip politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;perbedaan ketiga&lt;/b&gt; adalah para petugas kedutaannya. hampir seluruh petugas kedutaan asing di indonesia yang pernah melayani saya di visa section itu.. uhmmm... galak! pernah juga sih dapet yang baik dan murah senyum. tapi kebanyakan... cih! minta disetrum! dari pengamatan pribadi, saya melihat para petugas ini merasa berkuasa penuh atas nasib applicant. well.. it's true, though. tapi ya gak usah galak dong, jek!  para petugas visa di kedutaan asing luar negeri juga punya tugas yang sama. tapi sejauh ini saya selalu di-treat dengan full respect. mereka akan melayani dengan penuh senyum. kalau ada dokumen yang kurang jelas, mereka akan bertanya baik-baik. dan tidak membuat komentar-komentar menghakimi bernada curiga... "mau ngapain lo di negara gue?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;perbedaan keempat&lt;/b&gt;, masih dari para petugas, adalah kadar ketegasannya. saya pernah menyaksikan seorang applicant di kedutaan amerika, jakarta ditolak mentah-mentah aplikasinya karena pas photo yang seharusnya cuma boleh ditempel dengan klip atau staples, dia tempel pake lem! buset! itu baru masalah pas photo doang. belum lagi kalo ada applicant yang tidak membawa dokumen yang sesuai. pasti langsung disuruh balik lagi bikin appointment baru. sementara pengalaman saya waktu apply visa European Dependent untuk masuk UK di new york dimana seharusnya saya membawa photocopy paspor suami yang sudah dilegitimasi tapi ternyata legitimasinya gak sah, petugasnya masih bisa menerima dokumen substitusi lain. selembar surat nikah dari kedutaan perancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya apa yang membuat permohonan visa ditolak?&lt;br /&gt;semua orang yang sering cemas waktu apply visa pasti pernah memiliki pertanyaan yang sama. nah, tempo hari... waktu apply &lt;a href="http://www.britishembassy.gov.uk/servlet/Front?pagename=OpenMarket/Xcelerate/ShowPage&amp;c=Page&amp;cid=1064571671775" target=new&gt;Visa EEA Family Permit&lt;/a&gt; di kedutaan Inggris, saya mendapat sedikit pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebetulan petugas yang melayani saya di loket visa adalah seorang petugas senior yang sedang memberikan training ke seorang juniornya. sang junior berdiri disamping senior sementara ia melayani aplikasi saya. setiap pertanyaan yang si senior tanyakan pada saya, dijelaskan kembali kepada sang junior alasan dan latar belakang mengapa ia menanyakan hal-hal tsb kepada saya sebagai seorang applicant. tentu saja, saya jadi ikutan nguping juga.. hehe... :P kapan lage? akika juga pengen tau dong, ah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut adalah summarynya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. pertanyaan pembuka dari petugas adalah: &lt;br /&gt;&lt;b&gt;"apakah anda adalah seorang imigran yang memiliki dokumen yang sah untuk tingal di Perancis?"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjelasan si senior kepada juniornya:&lt;br /&gt;kedutaan inggris di Perancis [and i guess.. kedutaan manapun di negara lain] hanya bisa melayani permohonan visa kalau si applicant adalah residence yang sah dari negara ybs. kalau status si applicant adalah turis, ya gak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu saya jawab.. "yes, saya punya dokumen yang sah untuk tinggal di Perancis."&lt;br /&gt;petugas bertanya lagi.. "buktinya apa?"&lt;br /&gt;saya jawab... "ini kartu bujur saya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. pertanyaan dari petugas:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"apa maksud dan tujuan anda pergi ke inggris?"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjelasan si senior kepada juniornya:&lt;br /&gt;jawaban dari applicant soal ini jadi penting sekali untuk menentukan jenis visa dan dokumen pendukung yang harus diperlihatkan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu saya jawab..."suami saya, seorang warga negara Perancis, mendapat pekerjaan di Newcastle, UK. dia harus mulai bekerja bulan january. tapi kami mau mengunjungi Newcastle tanggal 1 December untuk cari apartment.&lt;br /&gt;petugas merespon..." saya butuh bukti untuk mendukung pernyataan anda. saya mau lihat paspor suami anda, livret de famile [buku nikah], dan surat kontrak pekerjaan suami anda yang sudah ditandatangani."&lt;br /&gt;saya kemudian menyerahkan semua dokumen kepada petugas, dan ia menyambung lagi... "berarti anda apply visa EEA Family Permit, bukan?"&lt;br /&gt;saya mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. pertanyaan dari petugas:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"berapa lama anda akan tinggal di inggris?"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjelasan si senior kepada juniornya:&lt;br /&gt;keterangan ini penting untuk menentukan durasi berlakunya visa yang akan diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya menjawab... "paling tidak 5 tahun."&lt;br /&gt;petugas menjawab lagi, "berarti anda akan menjadi residence di inggris... hmm.. OK! anda akan saya berikan visa yang  berlaku untuk 6 bulan. sesampainya disana, anda harus apply untuk Residency Card yang berlaku untuk 4 tahun. Residency Card ini bisa anda perpanjang setiap masa berlakunya habis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... and that was the kind of Visa i got. Visa EEA Family Permit yang berlaku sampai 6 bulan kedepan. bisa digunakan untuk multiply entry, dan juga memberikan saya persamaan hak dengan warga Uni-Eropa lainnya, meskipun saya masih berstatus warga negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari proses diatas, kedengarannya memang mudah sekali untuk mendapatan visa. tapi kemudian banyak faktor lain yang menjadi pertimbangan seseorang untuk layak dikabulkan permohonan visanya. si senior kemudian menjelaskan kepada juniornya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;pertama,&lt;/b&gt; dokumen yang ditunjukkan tentu saja harus sah dan dijamin keasliannya. sering ada kejadian dimana dokumennya ternyata aspal alias asli tapi tepuuu... disini petugas harus benar-benar jeli untuk melihat. kalau perlu dicek ulang dengan pihak yang mengeluarkan dokumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;kedua,&lt;/b&gt; latar belakang dari si applicant sendiri. dari negara mana ia berasal? status keluarga? pernahkah atau seberapa sering ia berada di luar negeri? kalau sering, apa tujuannya? kalau sudah menjadi residence, berapa lama ia sudah menjadi residence. apa profesinya? untuk yang terakhir, karena saat itu saya mencantumkan 'housewife' di  kolom profesi, tentu jadi lebih memudahkan proses, karena petugas jadi tak perlu repot mengecek informasi tempat kerja, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ketiga,&lt;/b&gt; adalah faktor KEPERCAYAAN! ya! mengabulkan permohonan visa juga mau tak mau memberikan 'beban' tersendiri bagi si petugas. karena petugas harus bisa yakin bahwa applicant tidak akan menyalahgunakan visa nya kelak. dan yang terpenting adalah... petugas harus yakin dan percaya bahwa applicant akan KEMBALI KE NEGARANYA sendiri sebelum masa berlaku visanya habis. nah, untuk bisa yakin, interview face to face menjadi cara yang paling efektif. karena pada saat itulah petugas bisa melihat dan menilai sendiri bentuk dan wujud si applicant. bagaimana cara ia membawakan diri. bagaimana cara ia bereaksi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, dsb. kalau jawaban-jawaban si applicant ternyata banyak yang plin-plan dan gak konsisten... ya, sulit bagi mereka untuk bisa percaya. alhasil kemungkinan ditolak pun jadi semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tak tahu, apakah para petugas visa di kedutaan asing di indonesia juga memiliki pertimbangan yang sama seperti si petugas senior kedutaan inggris yang melayani saya tempo hari atau tidak. mungkin saja ada persamaannya, tapi sepertinya setiap kedutaan punya kebijaksanaan yang lain satu sama lain sesuai dengan asal kedutaan dan di negara mana kedutaan tsb berada. yang jelas saya lebih banyak melihat pemandangan saling bersitegang antara petugas dan applicant di kedutaan asing di indonesia. entah si petugasnya yang marah-marah, atau si applicant nya yang bereaksi dari ngemis-ngemis sampai ngomel-ngomel. sementara di luar negeri suasananya relatif lebih tenang dan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin anda punya pengalaman lain waktu apply visa? silahkan lho... saya tunggu bagi-bagi ceritanya...</content>
<draft xmlns="http://purl.org/atom-blog/ns#">false</draft>
</entry>
<entry xmlns="http://purl.org/atom/ns#">
<link href="https://www.blogger.com/atom/6498748/113288164870093800" rel="service.edit" title="destination: Newcastle!" type="application/atom+xml"/>
<author>
<name>loucee</name>
</author>
<issued>2005-11-25T02:15:00+01:00</issued>
<modified>2005-11-25T01:20:48Z</modified>
<created>2005-11-25T01:20:48Z</created>
<link href="http://www.slesta.com/loucee/blog/2005_11_01_index.html#113288164870093800" rel="alternate" title="destination: Newcastle!" type="text/html"/>
<id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-113288164870093800</id>
<title mode="escaped" type="text/html">destination: Newcastle!</title>
<content mode="escaped" type="text/html" xml:base="http://www.slesta.com/loucee/blog/index.html" xml:space="preserve">hampir 5 tahun sudah saya meninggalkan kampung halaman. since then, New York City, Glasgow dan kemudian Paris berturut-turut menjadi tempat tinggal saya. selama 21 bulan terakhir, blog ini juga turut berganti chapternya, mencatat petulangan saya hilir mudik sebagai petugas ronda samudra atlantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sekarang...&lt;br /&gt;just when i thought that the chapter would be stuck in the land of &lt;i&gt;baguette&lt;/i&gt; untuk selama-lamanya. raden kangmas suami saya yang gantengnya cuma kalah dari brad pitt,  mendapat pekerjaan baru di negeri lain. 6 minggu dari hari ini, kami berdua akan terbang lagi ke kampung halaman Queen Elizabeth of England. dengan kota tujuan... &lt;b&gt;NEWCASTLE!&lt;/b&gt; jejenggg!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.louceelaurent.com/files/worldmap.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai hari ini saya tak tahu apapun tentang Newcastle, kecuali tim sepak bolanya, Newcastle United, yang sering saya baca di halaman koran olah raga. fakta ini jadi tak terlalu penting berhubung saya bukan penggemar bola. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kabar burung mengatakan bahwa udara di Newcastle lebih dingin dari Paris, sering hujan rintik-rintik... layaknya cuaca di daratan inggris yang selalu didominasi warna kelabu. kedengarannya mungkin memang tak terlalu menjanjikan. terutama bagi pecinta langit biru seperti saya.  tapi... unlike Glasgow chapter yang sukses membuat saya depresi berat, this time... i'll have to work it out since Newcastle will be our new hometown for at least in the next 5 years. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;in the mean time...&lt;br /&gt;saya harus melakukan banyak hal dalam waktu yang tersisa disini . salah satunya, yang tak terelakkan lagi adalah... saying goodbye to Paris. *huuuuuhuhuhuhu...* yes.. yes.. without doubt, meskipun cinta saya ke Paris belum sedalam cinta saya ke bumi apel besar. Paris telah menjadi salah satu tempat paling berkesan dalam hidup saya sebagai modern gypsy. saya pasti akan merindukan sekali menyusuri jalan-jalan kota yang cantik ini, mendengarkan orang-orang berbicara dalam bahasa planet, mengendus bau &lt;i&gt;croissant&lt;/i&gt; dari oven &lt;i&gt;boulangerie&lt;/i&gt;, atau terngiler-ngiler menonton jejeran &lt;i&gt;poulet roti&lt;/i&gt;, keju, &lt;i&gt;pate&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;saucisson&lt;/i&gt; di pasar tradisional. singkatnya, meski sering lost in translation, i actually have found a new home in here.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but.. life goes on, doesn't it? &lt;i&gt;c'est la vie&lt;/i&gt; kata orang perancis.&lt;br /&gt;saya tak ingin terjebak jadi gadis menye-menye, seperti saat saya patah hati meninggalkan Manhattan. sepahit apapun pindah dari Paris, saya tetap menantikan untuk meneruskan petualangan di tempat baru bersama suami. i'm sure there will be many more stories to tell from the new land. different stories, but same excitements! after all... saya percaya, bahwa hidup ini menarik, karena kita sendiri yang membuatnya jadi lebih menarik. so... no worries... i'm packing up my things again, and... NEWCASTLE.. be prepareeeee!!! your mama is coming to town!!  hakhakhak... :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ps: saya sedang mencari teman indonesia yang tinggal di Newcastle. if you know anybody or maybe you are the one who are living in the city, jangan ragu untuk contact saya... ma'aciih! :)&lt;/i&gt;</content>
<draft xmlns="http://purl.org/atom-blog/ns#">false</draft>
</entry>
</feed>
